Tampilkan postingan dengan label KEAMANAN PANGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEAMANAN PANGAN. Tampilkan semua postingan
Nymas Theresya Mayayu Pramana


Pada kemasan atau bungkus luar pewarna makanan harus dicantumkan secara jelas tanda khusus untuk pewarna makanan, Tanda khusus tidak perlu dicantumkan pada kemasan, apabila pewarna tersebut dijual eceran dengan kemasan yang disertai bungkus luar.
Hal-hal yang harus dicantumkan pada kemasan atau bungkus luar pewarna makanan :
ð  Tulisan “Bahan Tambahan Makanan” dan “ Pewarna Makanan”
ð  Nama pewarna makanan
ð  Nomor indeks
ð  Komposisi untuk produk campuran
ð  Isi netto
ð  Kode produksi
ð  Takaran penggunaannya dalam makanan
ð  Nomor pendaftaran produk
ð  Nama dan alamat perusahaan
ð  Nomor pendaftaran produsen
Tanda khusus untuk pewarna makanan adalah lingkaran dengan garis tepi berwarna hitam dengan huruf  M yang menyentuh garis tepi, seperti berikut :
 
   Tanda khusus untuk pewarna makanan harus diletakan sedemikian rupa sehingga jelas terbaca dan mudah dikenali. Ukuran lingkaran tanda khusus disesuaikan dengan ukuran dan desain label dan bungkus luar yang bersangkutan, dengan ukuran diameter lingkaran, tebal garis tepi dan tebal huruf  M yang proporsional, berturut-turut minimal satu cm, satu mm dan satu mm.
Contoh penandaan pewarna makanan yang telah memenuhi ketentuan harus segera dikirimkan ke Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. Kepala Direktorat Pengawasan Makanan dan Minuman.


Nymas Theresya Mayayu Pramana


10 LANGKAH PRAKTIS KEAMANAN PANGAN




1.     Pertahankan Lemari Es maksimal 5o C
Suhu 5° atau di bawahnya penting dipertahankan agar pertumbuhan bakteri bisa ditekan.  Makin sedikit bakteri, makin kecil pula peluang untuk terkontaminasi.
2.    Segera masukan  masakan yang mudah rusak ke lemari es
Paling lama dua jam setelah dimasak, simpan di lemari es jangan lebih dari 3 hari (Jika ragu = buang)
3.    Sanitasikan peralatan kebersihan dapur secara teratur
Cuci dengan larutan klorin, atau gunakan bahan sanitasi komersial lain sesuai petunjuk
4.    Cuci peralatan penyiapan bahan
Cuci menggunakan sabun dan air panas setiap selesai digunakan, secara teratur bersihkan telenan dengan larutan sanitaiser komersial untuk membunuh bakteri yang mungkin ada.
5.    Masak daging hingga tidak terlihat lagi warna merah di bagian tengah
Pemasakan daging hingga tercapai suhu internal minimal  72° C dapat melindungi dari penyakit yang disebabkan makanan, Sisa daging, dan ikan jangan pernah kontak dengan makanan lain.
6.    Hindari makan telur mentah
Hindari mencicipi adonan kue sebelum dipanggang, Berhubung resiko Salmonella, lebih baik tidak menghidangkan masakan dengan telur mentah atau yang dimasak minimal, lebih baik gunakan telur yang telah dipasteurisasi
7.    Bersihkan dapur
Bersihkan permukaan yang kontak dengan makanan secara teratur menggunakan air panas, detergent atau sanitaiser. Sanitaiser komersial cukup baik untuk menghilangkan bakteri. Air panas dan detergen juga baik, tetapi kadang-kadang tidak membunuh bakteri. Jaga busa dan lap tetap kering, supaya tidak jadi tempat tumbuh mikroba.
8.    Biarkan piring, sendok, garpu kering di udara
Untuk menghilangkan rekontaminasi dari tangan atau lap. Cuci peralatan sesegera mungkin setelah digunakan .
9.    Cuci tangan dengan sabun
Cuci tangan setiap akan memulai dan selesai menangani makanan atau memasak dan usahakan cuci tangan dengan air hangat, setelah menangani daging dan ikan. Jika ada infeksi atau luka, gunakan sarung tangan atau plester bagian yang terluka.
10. Pencairan (Thawing) makanan beku lakukan dengan secepat mungkin
Ikuti petunjuk thawing, jika menggunakan microwave. Masak produk yang telah dithawing sesegera mungkin.